DELAPAN KUNCI HIDUP TENTRAM

Berikut ini kami tuliskan rekaman dauroh bersama Ustadz Abu Nasim Mukhtar (pengasuh Ponpes Darus Salaf, Grogol Surakarta) di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad, 26 Agustus 2012. Semoga bermanfaat.

 

  1. Rangkaian nasehat dari ulama, yang beliau sarikan dari Al-Qur’an yang berawal dari sebuah pertanyaan yang diajukan seorang guru kepada muridnya. Syaqiq al balkhi yang bertanya kepada muridnya bernama Hatim al Asham. apa yang engkau dapatkan setelah belajar denganku? maka aku dapatkan Delapan kunci agar hidup tentram :
  1. Selalu mengingat bahwa hanya amalan yang akan selalu menemani sampai di alam kubur sekalipun. Saya renungkan bahwa setiap orang pasti ada yang dicinta. Baik itu harta, anak, wanita, hobi, sesuatu yang disukai. Tapi aku perhatikan juga, setiap orang yang masuk kedalam kubur akan berpisah dengan apa yang dia cintai. Orang yang senang harta, yang dia menyangka dia akan kekal ternyata setalah dia masuk kedalam kubur hartanya akan ditinggalkan dan dibagi-bagikan. Ketika dia mencinta istrinya, maka istrinya akan menikah lagi setelah masa iddahnya. Akupun bercita-cita bahwa yang aku cintai dan sebagai hobi ia adalah amal shaleh, karena dia akan menemaniku didalam kubur. Sebagaimana hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Setiap orang yang meninggal, ada tiga hal yang mengiringi yang dua akan meninggalkannya, keluarga dan hartanya tidak akan menemani.”  Sementara yang akan tetap tinggal dengannya adalah amalnya.
  2.  Mengendalikan diri untuk sepenuhnya taat kepada Allah Ta’ala.

Aku merenungkan firman Allah Ta’ala yaitu:

Dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” (QS. An Naziat :

              40)

               Surga, kampung yang kekal abadi, didalam surga itu apa yang kita

inginkan ada disana. Maka, aku mengambil tekad menahan diri dari

hawa nafsu, sehingga aku dapat tunduk dan mentaati Allah Ta’ala untuk

menggapai surga Allah.

3.  Harta milik kita sesungguhnya adalah harta yang diserahkan untuk

Allah.

Aku renungkan, setiap orang yang memiliki barang berharga, ia pasti

akan menjaganya. Kemudian aku renungi firman Allah Ta’ala :

            “Apa yang disisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah

             adalah kekal” (QS. An Nahl : 96)

maka, setiap  aku memiliki barang berharga, langsung aku titipkan

kepada Allah, agar tetap  terjaga di sisi Allah Ta’ala.

Padahal Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam  telah menghibur kita, kata Nabi

Shalallahu ‘alaihi wassalam : Apakah kalian takut kemiskinan dan

kefakiran, padahal hidup dengan harta yang sedikit maka hisabnya lebih

cepat dan mudah.

4.  Ukuran mulia disisi Allah adalah takwa.

Saya mencoba mempelajari kehidupan orang-orang disekitarku.

Ternyata satu kesimpulan yang aku ambil bahwa orang-orang menilai

dari harta, kedudukan, dan keturunan padahal hal ini tidak tepat

dijadikan patokan, tidak pas dijadikan ukuran. Apabila seorang hamba

dicintai oleh Allah, maka semua orang mencintai sekalipun musuhnya.

Kemudian aku renungi firman Allah Ta’ala :

             “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah

              ialah orang yang paling bertakwa diantara kalian”.(QS Al Hujarat :

              13)

Maka aku wujudkan ketaqwaan agar menjadi mulia disisi Allah Ta’ala

5.  Semua telah ditentukan Allah Ta’ala pembagiannya, lalu apa alasan kita

untuk bersikap hasad?

Saya perhatikan satu sama lain saling hasad, dikarenakan harta yang dia

miliki. Hasad itu muncul dari hati tapi Kemudian aku meresapi  firman

Allah Ta’ala :

            “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam

              kehidupan dunia”.(QS. Az Zukhruf : 32)

Setelah membaca ayat tadi maka aku tinggalkan sikap hasad.

6.  Setan dan balatentaranya adalah musuh kita yang sebenarnya.

Saya pelajari orang-orang yang ada disekitar kita saat ini orang-orang

senang bermusuhan. Kemudian, aku menyelami makna ayat Allah Ta’ala

:

            “Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian,

              maka jadikanlah ia musuh kalian”. (QS. Fathir : 6)

Maka, akupun tidak memusuhi mereka, lalu aku menjadikan syaithan

saja sebagai musuh.

7.  Rizki telah diatur oleh Allah, tidak perlu cemas dan khawatir.

Saya perhatikan banyak orang yang menghambakan diri dan

menghinakan diri demi uang dan harta. Syariat Allah dilanggar, dan

tuntunan Nabi diabaikan demi mendapatkan harta. Kemudian aku baca

ayat ini :

           “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah

             yang memberi rizkinya.(QS. Hud : 6)

Maka, aku sibukkan diri untuk melaksanakan hak-hak Allah adapun hak

saya, aku serahkan kepada Allah Ta’ala.

8.  Harapan dan cita-cita harus digantungkan kepada Allah, bukan kepada

yang lain.

Saya memerhatikan orang-orang itu, mereka bergantungkan dengan

usaha, badan yang sehat, fisik dan kemampuan manusia yang lemah.

Tetapi saya menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah. Lihatlah

ketika perang Badr kaum muslimin yang berjumlah 300an melawan 1000

pasukan, tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam berdo’a semalaman.

Mengadukan kepada Allah Ta’ala dan Allah buktikan janjinya. Yang

menentukan dan mengatur adalah Allah Ta’ala.

Semoga apa yang kami tuliskan bermanfaat bagi pembaca.

Diambil dari Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin

Satu tanggapan untuk “DELAPAN KUNCI HIDUP TENTRAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *