Kriteria Seorang Bisa Dijadikan Teman

Penulis : Ustadz Abdurrahman Mubarok (Pengasuh Ponpes Riyadhul Jannah, Cileungsi, Kab. Bogor Jawa Barat)

Seorang teman sangat besar pengaruhnya bagi agama seseorang. Lihatlah Abu Thalib! Bagaimana dia tidak mau menerima dakwah Rasulullah dan akhirnya mati di atas kesyirikan disebabkan teman yang mendampinginya yakni Abu Jahl yang terus memengaruhinya untuk tidak menerima dakwah Rasulullah.

Ketahuilah, semoga Allah Ta’ala merahmati Anda, tidak semua orang bisa dijadikan sahabat . Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Seseorang ada di atas agama/perangai temannya, maka hendaknya seseorang meneliti siapa yang dia jadikan temannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 127).

Juga Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa.” (HR. Abu Dawud no. 4832 dan dihasankan Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Jami’ no. 7341)
Dan juga Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Permisalan teman yang baik dan teman yang jelek seperti penjual misk dan pandai besi. Adapun penjual misk, bisa jadi engkau diberi olehnya, membeli darinya, atau minimalnya engkau mendapatkan bau wangi. Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mencium bau tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)

KRITERIA SESEORANG BISA DIJADIKAN TEMAN

Seseorang yang akan dijadikan teman hendaknya memenuhi syarat-syarat yang dijelaskan oleh para ulama. Kriteria seseorang yang bisa dijadikan teman adalah sebagai berikut:

1. Berakal

Ini adalah modal utama dalam persahabatan setelah iman. Yang dimaksud berakal di sini adalah mampu memahami keadaan yang sebenarnya, baik memahaminya sendiri atau bisa memahami ketika diberi pengertian.

2. Berakhlaq baik

Betapa banyak orang berakal namun ketika marah atau dikuasai syahwat, dia akan mengikuti hawa nafsunya. Maka tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang seperti ini.

Lalu, bagaimana cara kita mengetahui akhlak seseorang? Ada beberapa cara untuk mengetahui akhlak seseorang. Diantaranya:

a. Melihat siapa temannya

Ibnu Mas’ud  berkata: “Nilailah (kenalilah) manusia dengan menilai (mengenal) teman-temannya.”
Dalam pepatah Arab dinyatakan, “Katakan kepadaku siapa temanmu, maka aku akan sampaikan siapa sebenarnya kamu.”

b. Akhlaq seseorang juga akan diketahui ketika safar (berpergian) dengannya

Perjalanan jauh disebut safar (yang dalam bahasa Arab bermakna ‘menyingkap’) karena akan menyingkap hakikat jatidiri seseorang. Dalam safar, akan terlihat banyak akhlak dan tabiatnya. Oleh karena itu, orang Arab menyatakan, “Safar adalah mizan (timbangan) bagi satu kaum.”

3. Bukan orang fasiq

Seorang fasiq tidak takut kepada Allah Ta’ala. Seseorang yang tidak takut kepada Allah Ta’ala, maka kita tidak merasa aman dari pengkhianatannya dan tidak bisa dipercaya.

4. Bukan ahlul bid’ah

Fudhail bin Iyadh berkata, “Tidak mungkin seorang Ahlus Sunnah berteman (condong) kepada ahlul bid’ah, kecuali karena adanya kemunafikan (dalam hatinya).”
Beliau  berkata juga, “Hati-hatilah. Janganlah engkau duduk bersama orang yang akan merusak hatimu. Jangan pula engkau duduk bersama pengikut hawa nafsu, karena aku khawatir murka Allah Ta’ala menimpamu.”

5. Bukan orang yang tamak dan rakus terhadap dunia

(Lihat Mukhtashar Minhajul Qasidhin hal. 99, Ni’matul Ukhuwah hal. 19-25)

Sumber Majalah Asysyariah vol. V/no. 59/1431/2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *