TATA CARA HAJI SESUAI BIMBINGAN SUNNAH
(RINGKASAN PERJALANAN HAJI WADA’)[1]
Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc
Disampaikan Pada Dauroh 10 Hari Akhir Romadhon 1438 H Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga
لَبَّيكَ اللَّهُمَّ لَبَّيكَ، لَبَّيكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيك لَكَ
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat dan kerajaan hanya milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu”.
( إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ) أَبــْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِه
“Sesungguhnya Shofa dan Marwa adalah termasuk syiar agama Allah,” Aku mulai dengan apa yang dimulai oleh Allah.”
Lalu beliau menaiki Shofa sehingga dapat melihat Ka’bah. Kemudian beliau menghadap Ka’bah, lalu membaca kalimat Tauhid dan Takbir, beliau mengucapkan:
Allohu akbar, Allohu akbar, Allohu akbar, “Laa ilaaha illalloh wahdahu Laa syariika lahu, Lahul mulku walahul hamdu (yuhyii wa yumiitu)[5] wa huwa ‘ala kulli syai`in qodiir, laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalah, anjaza wa’dahu wa nashoro ‘abdahu, wa hazamal ahzaaba wahdahu.”
“Tiada ilah yang haq selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada ilah yang hak selain Allah Yang Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan golongan-golongan musuh sendirian”. Kemudian beliau berdoa seperti itu tiga kali, lalu turun ke Marwah.
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa ia melempar Jumrah ula dengan tujuh batu kecil, ia mengiringi dengan takbir pada setiap lemparan, kemudian maju dan mencari tanah yang rata. Ia berdiri menghadap kiblat, kemudian berdoa dengan mengangkat tangannya dan berdiri lama[6]. Lalu melempar jumrah wustho, kemudian mengambil arah kiri untuk mencari tempat yang rata. Ia berdiri menghadap kiblat, kemudian berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan berdiri lama. Kemudian melempar Jumrah Aqabah dari tengah lembah. Ia tidak berdiri di situ dang langsung kembali. Ia mengatakan: Beginilah aku melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melakukannya. (HR. Al-Bukhari).
Tabel Ringkasan Amaliayah Haji
| Tanggal | Amaliyah Haji | ||
|
1 Syawwal – dst |
Ifrad | Ihrom dengan niat Haji bagi yang Ifrod, dan Ihrom dengan niat haji dan Umroh bagi yang Qiron. Yang membedakan antara Ifrad dan Qiran adalah niat.
Tiba di Makkah melakukan Thawaf Qudum. Menanti datangnya tanggal 8 dalam keadaan ihram.
|
|
| Qiran | |||
| Tamattu’ | Ihrom untuk Umrah dari Miqat di bulan-bulan Haji,
Tiba di Makkah menyelesaikan amalan umrah berupa Thawaf, Sa’I, Tahallul. Kemudian ia menanti datangnya tanggal 8 Dzul Hijjah dalam keadaan halal (tahallul). |
||
|
8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) |
1. Semua jamaah Haji Menuju Mina sebelum dzuhur dalam keadaan Ihram (jamaah Ifrad dan Qiran masih dalam keadaan ihram, adapun jamaah Tamattu’ memulai ihram kembali dari penginapan masing-masing)
2. Bermalam di Mina, dan shalat lima waktu (Dhuhur, ashar, maghrib, isya dan Subuh) diqashar dan tidak dijamak |
||
|
9 Dzul Hijjah |
Dhuha | Bertolak dari Mina menuju Arafah | |
| Setelah Zawal | 1. Masuk Wilayah Arafah (Semua wilayah Arofah adalah tempat wukuf)
2. Shalat Dzuhur dan Ashar di Arafah dijamak dan diqashar 3. Wuquf. Waktunya sejak dhuhur hingga tenggelam Matahari |
||
| Setelah Tenggelam
Matahari |
1. Menuju Muzdalifah
2. Shalat Maghrib dan Isya’ di Muzdalifah dengan jamak Qashar 3. Shalat Shubuh, berdzikir dan berdoa di Masy’aril Harom hingga menjelang terbit |
||
| 10 Dzul Hijjah | 1. Meninggalkan Muzdalifah menuju Mina setelah langit menguning sebelum terbit matahari
2. Melempar Jumroh Aqabah tujuh lemparan 3. Menggundul rambut atau memendekkan (Tahallul Awwal) 4. Menyembelih bagi yang menyembelih Hadyu (Jamaah Qiran dan Tamattu’) 5. Thawaf Ifadhah dan Sa’i (Tahallul Tsani) 6. Kembali menuju Mina sebelum Maghrib untuk mabit |
||
| 11 Dzul Hijjah | 1. Bermalam di Mina
2. Shalat lima waktu diqashar tanpa dijamak 3. Melempar tiga Jumroh setelah zawal (21 lemparan) |
||
| 12 Dzul Hijjah | 1. Bermalam di Mina
2. Shalat lima waktu diqashar tanpa dijamak 3. Melempar tiga Jumroh setelah zawal 4. Bagi yang menghendaki Nafar awal dipersilahkan meninggalkan mina sebelum tenggelam matahari tanggal 13 |
||
| 13 Dzul Hijjah | 1. Bermalam di Mina
2. Shalat lima waktu Qashar tanpa dijamak 3. Melempar tiga Jumroh setelah zawal |
||
| – | Thawaf Wada’ sebelum meninggalkan Makkah | ||
[1] Dauroh 10 Hari Akhir Romadhon, Masjid Agung Darussalam Purbalingga, Ramadhan 1438 H.
[2] Di Dzul Hulaifah, Asma’ binti Umais, istri Abu Bakr Ash-Shiddiq melahirkan, lalu beliau bersabda kepada Asma: “Mandilah dan bercawatlah/balutlah dengan kain, lalu berihramlah”,
[3] Rosululloh membawa hewan sembelihan (Hadyu) demikian pula Ali bin Abi Thalib yang mengawali hajinya dari Yaman membawakan sebagian hewan sembelihan Rasululloh.
[4] . Kata Jabir: Hingga ketika kami sampai di Sarif, tiba-tiba ia (Aisyah) datang haid. Sehingga ketika kami tiba, kami melakukan tawaf di Kakbah dan sai antara Shafa dan Marwah. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam. menyuruh kami yang tidak membawa hewan sembelihan untuk bertahallul. Kami bertanya: Apa saja yang dihalalkan? Beliau menjawab: Semuanya sudah dihalalkan. Maka kami menggauli istri-istri kami, memakai minyak wangi dan berpakaian lengkap. Sedang antara kami dan hari Arafah ketika itu hanya empat malam saja. Kemudian kami berihram pada hari Tarwiyah (8 Zulhijah). Kemudian Rasulullah saw. menemui Aisyah yang sedang menangis. Beliau bertanya: Ada apa dengan dirimu? Ia menjawab: Aku sedang haid, orang-orang sudah bertahallul, sedang aku belum bertahallul dan tawaf di Baitullah, bahkan sekarang ini, mereka sedang berangkat haji. Beliau bersabda: Sesungguhnya ini (haid) sudah merupakan ketentuan Allah atas setiap wanita anak-cucu Adam, maka mandilah kemudian berihramlah untuk haji! Lalu ia melaksanakannya (perintah Rasulullah saw.) lalu melaksanakan manasik haji, hingga ketika sudah suci dari haidnya, ia melakukan tawaf di Kabah, sai antara Shafa dan Marwah Setelah itu beliau bertanya: Bukankah engkau sudah bertahallul dari haji dan umrahmu sekaligus? Ia menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku berniat tidak tawaf di Baitullah sebelum aku selesai haji. Mendengar itu beliau bersabda kepada Abdurrahman: Hai Abdurrahman, antarkan dia berniat umrah dari Tan`im. dan itu dilaksanakan pada malam Hashbah (malam kembalinya jamaah haji dari Mekah setelah hari tasyrik atau setelah selesai haji). (Shahih Muslim No.2127)
[5] Tambahan Yuhyii wa yumiitu terdapat pada riwayat Abu Dawud no.1905, An-Nasai no. 2974, 2985, Ibnu Majah no. 3074 Ad-Darimi no.1850. tambahan ini boleh dibaca boleh tidak.
[6] Dalam riwayat disebutkan lama berdoa Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam seperti lamanya membaca surat Al Baqarah.
[7] Diantara kejadian tersebut adalah turunnya firman Allah surat Al-Maidah ayat 3, kisah Abu Syah seorang jamaah haji dari Yaman yang minta Rasulullah menuliskan khutbah beliau yang demikian penting, kisah perjumpaan Rasulullah dengan rombongan kaum muslimin dalam perjalanan pulang, diantara mereka seorang wanita yang mengajak anaknya yang masih kecil ikut haji.
Audio Kajian dapat diunduh di : http://almanshuroh.net/2017/06/17/audio-dauroh-10-hari-akhir-ramadhan-1438-h-masjid-agung-daarussalaam-purbalingga/
بسم الله الرحمن الرحيم INFO KAJIAN BADA MAGHRIB Insyaallah... HARI KAMIS 20 DZULQO'DAH 1447/ 7 MEI 2026 Bersama : Al…
بسم الله الرحمن الرحيم INFORMASI KAJIAN MUSLIMAH Terbuka untuk UMUM Hadirilah .. KAJIAN RUTIN KAMIS SIANG PEKAN KE-1️⃣ HARI KAMIS19…
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم Kabar Gembira, alhamdulillah kembali hadir yang ke-17 kalinya, I’TIKAF 10 HARI AKHIR RAMADHAN 1447 HMasjid Agung…
Bersama :AL USTADZ USAMAH FAISHAL MAHRI حفظه الله تعالى(Pengasuh Ma'had Assunnah, Junrejo, Batu Malang, Jawa Timur) إن شاء الله تعالى…
PENERIMAAN SANTRI BARU (PSB)MA'HAD AL MANSHUROH PURBALINGGATahun Ajaran Baru 1447-1448/2026-2027 ▶️ Program/Jenjang Pendidikan : 1️⃣ Tarbiyyah Ash Shibyan (TS/setingkat Paud)…
بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرحمن الرحيم Alhamdulillah, Hanya dengan mengharap pertolongan Allah ta'ala hadir kembali Tabligh Akbar Purbalingga, إن شاء الله تعالى…