• Home
  • Profil
  • Live Streaming
Rabu, 29 Juli 2026
  • Home
  • Profil
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Ma’had Al Manshuroh Kejobong
    • Ma’had Al Manshuroh Bukateja
    • Ma’had Al Manshuroh Gunungkarang Bobotsari
    • Ma’had Al Manshuroh Karangmoncol
    • Ma’had Al Manshuroh Rembang
  • Artikel
    • Adab dan Akhlak
    • Akidah
    • Fikih
    • Hadits
    • Manhaj
    • Nasehat
    • Sirah
    • Tafsir
    • Tanya Jawab
    • Khutbah Jum’at
      • Tema Khusus
      • Tema Umum
  • Download Kajian
    • Muhadhoroh
    • Kajian Rutin
  • Jadwal Kajian
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Kota Purbalingga
      • Masjid Agung Darussalaam
      • Kel Bancar
      • Kel Purbalingga Lor
    • Kec Bukateja
    • Kec Bobotsari
      • Desa Gunungkarang
      • Desa Talagening
    • Kec Kaligondang
    • Kec Kalimanah
    • Kec Karangmoncol
      • Desa Karangmoncol
      • Desa Tunjungmuli
    • Kec Karangreja
    • Kec Kejobong
    • Kec Padamara
    • Kec Rembang
    • Kec Mrebet
  • Galeri
  • Buku Tamu
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Ma’had Al Manshuroh Kejobong
    • Ma’had Al Manshuroh Bukateja
    • Ma’had Al Manshuroh Gunungkarang Bobotsari
    • Ma’had Al Manshuroh Karangmoncol
    • Ma’had Al Manshuroh Rembang
  • Artikel
    • Adab dan Akhlak
    • Akidah
    • Fikih
    • Hadits
    • Manhaj
    • Nasehat
    • Sirah
    • Tafsir
    • Tanya Jawab
    • Khutbah Jum’at
      • Tema Khusus
      • Tema Umum
  • Download Kajian
    • Muhadhoroh
    • Kajian Rutin
  • Jadwal Kajian
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Kota Purbalingga
      • Masjid Agung Darussalaam
      • Kel Bancar
      • Kel Purbalingga Lor
    • Kec Bukateja
    • Kec Bobotsari
      • Desa Gunungkarang
      • Desa Talagening
    • Kec Kaligondang
    • Kec Kalimanah
    • Kec Karangmoncol
      • Desa Karangmoncol
      • Desa Tunjungmuli
    • Kec Karangreja
    • Kec Kejobong
    • Kec Padamara
    • Kec Rembang
    • Kec Mrebet
  • Galeri
  • Buku Tamu
No Result
View All Result
Al Manshuroh Purbalingga
No Result
View All Result
Home Artikel

Nasihat untuk para Pegawai Bank

admin by admin
2 Maret 2014
in Artikel, Fikih, Nasehat
0

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin)

Setelah uraian panjang tentang masalah mudharabah dan aplikasinya dalam dunia perbankan syariah, serta sampai pada kesimpulan bahwa sistem mudharabah yang dipraktikkan di bank-bank syariah adalah riba, maka saya aturkan tulisan berikut kepada para pegawai dan karyawan bank, sebagai nasihat dan peringatan. Semoga diberi kemanfaatan oleh Allah l di dunia dan di akhirat.

Hukum Bekerja di Bank (Syariah)

Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah: โ€œโ€ฆ Tidak diperbolehkan bekerja di bank seperti itu (yang melakukan transaksi riba, pen.). Sebab bekerja di sana termasuk taโ€™awun (tolong-menolong) di atas dosa dan permusuhan. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

โ€œDan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.โ€ (Al-Maโ€™idah: 2)

Disebutkan dalam Ash-Shahih dari Jabir bin Abdillah radhilahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bahwa beliau melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan orang lain dengan harta riba, penulis, dan kedua saksinya. Beliau menyatakan:

โ€œ(Dosa) mereka sama.โ€

Adapun gaji yang telah anda terima, maka halal bagi anda bila sebelumnya anda jahil (tidak tahu) tentang hukum syarโ€™inya, dengan dasar firman Allah subhanahu wata’ala:

โ€œDan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.โ€ (Al-Baqarah: 275-276)

Sementara bila anda tahu bahwa pekerjaan tersebut tidak diperbolehkan, maka seyogianya gaji yang anda terima disalurkan kepada proyek-proyek kebajikan dan menyantuni para fuqara disertai dengan taubat kepada Allah subhanahu wata’ala. Barangsiapa bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala dengan taubat nashuha, maka Allah subhanahu wata’ala akan menerima taubatnya dan mengampuni kesalahannya. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

โ€œWahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.โ€ (At-Tahrim: 8)

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman:

โ€œDan bertaubatlah kalian semua wahai kaum mukminin, agar kalian beruntung.โ€ (An-Nur: 31) [Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, Kitab Ad-Daโ€™wah, 2/195-196, lihat Fiqh wa Fatawa Buyuโ€™ hal. 128-130]

Fatwa serupa juga disampaikan oleh Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin rahimahullah sebagaimana dalam Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-โ€˜Utsaimin (2/703). Lihat Fiqh wa Fatawa Buyuโ€™ (hal. 128).

Juga Al-Lajnah Ad-Daโ€™imah (13/344-345) yang diketuai oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, wakil: Asy-Syaikh Abdurrazzaq โ€˜Afifi, anggota: Asy-Syaikh Abdullah Ghudayyan dan Asy-Syaikh Abdullah bin Maniโ€™.

Juga penjelasan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadiโ€™i rahimahullah dalam kitabnya Qamโ€™ul Muโ€™anid (2/278).

Fatwa mereka berlaku umum bagi siapa saja yang bekerja di bank-bank ribawi, walaupun hanya sebagai sopir atau sekuriti (petugas keamanan). Juga berlaku pada semua lembaga ribawi selain bank. Ini adalah fatwa Asy-Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin rahimahullah, lihat Fiqh wa Fatawa Buyuโ€™ (hal. 133).

Bahkan hukumnya pun berlaku bagi pihak yang tidak punya pilihan pekerjaan kecuali di bank ribawi, atau pihak yang kondisi ekonominya pailit dan hanya ada lowongan pekerjaan di bank ribawi, sebagaimana fatwa Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. Lihat Fiqh wa Fatawa Buyuโ€™ (hal. 132-133).

Ancaman keras bagi pihak yang terlibat praktik riba

1. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

โ€œOrang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.โ€ (Al-Baqarah: 275)

2. Allah subhanahu wata’ala juga menegaskan:

โ€œWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.โ€ (Al-Baqarah: 278-279)

3. Pihak yang terlibat dalam praktik ribawi didoakan laknat oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam sebagaimana hadits Jabir radhialahu anhu yang lalu.

4. Memakan harta riba termasuk dosa yang menghancurkan pelakunya, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhialahu anhu:

ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ูŽู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู -ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง:- ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุง

โ€œJauhilah tujuh dosa yang menghancurkanโ€ฆ (beliau menyebutkan di antaranya): memakan harta riba.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)

Masih banyak lagi dalil tentang keharaman dan ancaman terhadap muamalah riba.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan: โ€œTidak ada dalam Kitabullah sebuah ancaman atas tindakan dosa selain syirik yang lebih keras daripada ancaman terhadap riba.โ€ (Syarah Buyuโ€™ hal.125)

Harta riba tidak barakah dan berujung pada kehancuran

Allah subhanahu wata’ala menegaskan dalam firman-Nya:

โ€œAllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.โ€ (Al-Baqarah: 276)

Pemusnahan harta riba itu meliputi dua hal:

a. Pemusnahan di dunia secara hakiki dengan kehancuran harta tersebut atau diambil barakahnya. Hal ini sebagaimana hadits Ibnu Masโ€™ud radhilahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

ู…ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุจูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูู„ูŽู‘ุฉู

โ€œTidaklah ada seseorang yang memperbanyak riba melainkan akibat akhir urusannya adalah kekurangan.โ€ (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/16)

b. Pemusnahan di akhirat nanti secara maknawi. Dia akan berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala dalam keadaan sebagai orang muflis (bangkrut). (Syarah Buyuโ€™ hal. 126)

Takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dan tawakkal kepada-Nya adalah kunci datangnya rezeki yang halal

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

โ€œBarangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.โ€ (Ath-Thalaq: 2-3)

Lafadz ๏ฎŸ dalam ayat ini disebutkan dalam bentuk nakirah (umum) dalam konteks persyaratan. Secara kaidah ushul fiqih mengandung arti umum, sehingga mencakup jalan keluar dari semua kasus dan problem. Ini juga memberi isyarat makna akan adanya jalan keluar terbaik dalam waktu cepat.

Bila Allah subhanahu wata’ala yang Maha Kuasa lagi Maha Kaya, yang memberi jalan keluar sekaligus menjamin kebutuhan hamba yang takwa dan bertawakkal, lalu apa yang dikhawatirkan? Apa yang dia risaukan? Ketenangan dan ketentraman hatilah yang semestinya dirasakan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูŽูˆูŽูƒูู‘ู„ูู‡ู ู„ูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู ุงู„ุทูŽู‘ูŠู’ุฑูŽุŒ ุชูŽุบู’ุฏููˆ ุฎูู…ูŽุงุตู‹ุง ูˆูŽุชูŽุฑููˆุญู ุจูุทูŽุงู†ู‹ุง

โ€œSeandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan anugerahkan rezeki kepada kalian sebagaimana melimpahkan rezeki kepada burung, di pagi hari dalam keadaan lapar, (pulang) sore hari dalam keadaan kenyang.โ€ (HR. Ahmad dari โ€˜Umar bin Al-Khaththab radhilahu anhu, dan dihasankan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad 2/110-111)

Anjuran mencari usaha yang halal dan keutamaan qanaโ€™ah

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

โ€œMaka apabila shalat itu telah usai, maka menyebarlah kalian di atas muka bumi dan carilah keutamaan dari Allah.โ€ (Al-Jumuโ€™ah: 10)

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

ู…ูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู

โ€œTidaklah ada seorang pun yang memakan suatu makanan yang lebih baik daripada apa yang dia makan dari hasil usahanya sendiri. Dan sungguh Nabiyullah Dawud makan dari hasil usahanya sendiri.โ€ (HR. Al-Bukhari dari Miqdam bin Maโ€™dikaribย radhialahu anhu)

Sungguh benar. Berusaha mencari rezeki yang halal dari hasil usaha sendiri, bukan dengan cara mengemis, diiringi dengan ketakwaan dan tawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala, setelah itu banyak bersyukur dan qanaโ€™ah (merasa cukup) atas anugerah rezeki dari Allah subhanahu wata’ala. Alangkah tentramnya hati seorang hamba yang memiliki sifat qanaโ€™ah.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุซู’ุฑูุฉู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุถู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰ ุบูู†ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุณู

โ€œBukanlah kekayaan itu karena banyaknya materi (dunia). Namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan (yang ada) dalam hati.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih dari Abu Hurairah radhilahu anhu)

Dari Abdullah bin โ€˜Amr bin Al-โ€˜Ash radhilahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ูƒูููŽุงูู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽู†ูŽู‘ุนูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู…ูŽุง ุฃูŽุชูŽุงู‡ู

โ€œSungguh bahagia seseorang yang masuk Islam, rezekinya cukup dan Allah jadikan dia merasa qanaโ€™ah dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya.โ€ (HR. Muslim)

Seorang hamba yang diberi anugerah sifat qanaโ€™ah adalah orang yang merasa paling kaya di dunia. Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุขู…ูู†ู‹ุง ูู€ููŠ ุณูุฑู’ุจูู‡ู ู…ูุนูŽุงูู‹ู‰ ูููŠ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ูุŒ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู‚ููˆุชู ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุญููŠูู‘ุฒูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุจูุญูŽุฐูŽุงูููŠุฑูู‡ูŽุง

โ€œSiapa saja di antara kalian yang berpagi hari dalam keadaan aman (tentram) jiwanya, diberi kesehatan pada jasadnya, memiliki makanan pada hari itu, maka seolah telah dianugerahkan untuknya dunia seisinya.โ€ (HR. At-Tirmidzi dan beliau hasankan dari shahabat Abdullah bin Mihshan Al-Anshari radhialahu anhu)

Akhirul kalam, mari kita renungkan bersama sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berikut:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู‡ูŽู…ูŽู‘ู‡ู ููŽุฑูŽู‘ู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู†ููŠูŽู‘ุชูŽู‡ู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุบูู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽุฉูŒ

โ€œBarangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-cita/harapannya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefaqiran selalu di pelupuk kedua matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Dan barangsiapa akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan kumpulkan urusannya, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan dunia itu tidak suka.โ€ (HR. Ibnu Majah dari Zaid bin Tsabit radhilahu anhu dan dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad 1/263)

Wallahu aโ€™lam bish-shawab

Sumber:ย http://asysyariah.com/nasihat-untuk-para-pegawai-bank/

Tags: bankbekerja di banknasihat untuk pegawai bankriba
Previous Post

Untaian Nasihat Tentang Malu

Next Post

Kajian Islam Ilmiah Purwokerto 08 Maret 2014

admin

admin

Related Posts

BINCANG FAIDAH
Fikih

BINCANG FAIDAH

9 Mei 2025
BERTAUBAT SEBELUM MASUK RAMADHAN DAN ISTIQOMAH PADANYA
Nasehat

BERTAUBAT SEBELUM MASUK RAMADHAN DAN ISTIQOMAH PADANYA

21 Februari 2025
Tiga Pintu Masuk Setan
Artikel

Tiga Pintu Masuk Setan

29 Januari 2024
AYO…SEMANGAT BACA AL QUR’AN DI RUMAH
Nasehat

AYO…SEMANGAT BACA AL QUR’AN DI RUMAH

19 Juli 2022
UP DATE HIMBAUAN TA`AWUN PEMBANGUNAN GEDUNG BELAJAR SANTRI BANAT MA’HAD AL MANSHUROH KEJOBONG PURBALINGGA
Artikel

UP DATE HIMBAUAN TA`AWUN PEMBANGUNAN GEDUNG BELAJAR SANTRI BANAT MA’HAD AL MANSHUROH KEJOBONG PURBALINGGA

20 Maret 2022
HIMBAUAN TA’AWUN PEMBANGUNAN MA’HAD AL MANSHUROH REMBANG PURBALINGGA
Artikel

HIMBAUAN TA’AWUN PEMBANGUNAN MA’HAD AL MANSHUROH REMBANG PURBALINGGA

18 Maret 2022
Next Post

Kajian Islam Ilmiah Purwokerto 08 Maret 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No Result
View All Result

Artikel Populer

  • Audio PENYUCIAN JIWA DARI PENYAKIT PENYAKIT HATI – Ustadz Muhammad Rijal Lc

    Audio PENYUCIAN JIWA DARI PENYAKIT PENYAKIT HATI – Ustadz Muhammad Rijal Lc

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WHATSAPPS FORUM SALAFY PURBALINGGA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AUDIO RANGKAIAN TABLIGH AKBAR BULAN SHOFAR 1440/ OKTOBER 2018 MASJID AGUNG DAARUSSALAAM PURBALINGGA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TATA CARA HAJI SESUAI BIMBINGAN SUNNAH (RINGKASAN PERJALANAN HAJI WADAโ€™)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Audio Tabligh Akbar Romadhon dan Kisah Salafushsholih di Dalam – Ustadz Muhammad Umar Assewed

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Artikel Terbaru

Merajut Masa Depan Bangsa: Catatan Kajian “Peran Pemuda dalam Membangun NKRI”

Merajut Masa Depan Bangsa: Catatan Kajian “Peran Pemuda dalam Membangun NKRI”

17 Juli 2026
INI BUKAN DAKWAH SALAFIYAH

INI BUKAN DAKWAH SALAFIYAH

20 Juni 2026
Rihlah Thalabul Ilmi

Rihlah Thalabul Ilmi

8 Juni 2026
DONOR DARAH KE-48 DI MA’HAD AL MANSHUROH PURBALINGGA

DONOR DARAH KE-48 DI MA’HAD AL MANSHUROH PURBALINGGA

8 Juni 2026
Muhadhoroh Masjid Aisyah Radhiyallahu Anha

Muhadhoroh Masjid Aisyah Radhiyallahu Anha

7 Mei 2026
  • Home
  • Profil
  • Artikel
  • Download Kajian
  • Jadwal Kajian
  • Galeri
  • Buku Tamu

ยฉAl Manshuroh Purbalingga

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Ma’had Al Manshuroh Kejobong
    • Ma’had Al Manshuroh Bukateja
    • Ma’had Al Manshuroh Gunungkarang Bobotsari
    • Ma’had Al Manshuroh Karangmoncol
    • Ma’had Al Manshuroh Rembang
  • Artikel
    • Adab dan Akhlak
    • Akidah
    • Fikih
    • Hadits
    • Manhaj
    • Nasehat
    • Sirah
    • Tafsir
    • Tanya Jawab
    • Khutbah Jum’at
      • Tema Khusus
      • Tema Umum
  • Download Kajian
    • Muhadhoroh
    • Kajian Rutin
  • Jadwal Kajian
    • Ma’had Al Manshuroh Brobot
    • Kota Purbalingga
      • Masjid Agung Darussalaam
      • Kel Bancar
      • Kel Purbalingga Lor
    • Kec Bukateja
    • Kec Bobotsari
      • Desa Gunungkarang
      • Desa Talagening
    • Kec Kaligondang
    • Kec Kalimanah
    • Kec Karangmoncol
      • Desa Karangmoncol
      • Desa Tunjungmuli
    • Kec Karangreja
    • Kec Kejobong
    • Kec Padamara
    • Kec Rembang
    • Kec Mrebet
  • Galeri
  • Buku Tamu

ยฉAl Manshuroh Purbalingga